Resensi One Piece Film RED
Resensi
One Piece Film RED
Judul Film :
One Piece Film RED
Sutradara :
Goro Taniguchi
Producer :
Eiichiro Oda
Skenario :
Tsutomo Kuroiwa
Produksi :
Toei Animation
Musik :
Yasutaka Nakata, Ado, Mrs. Green Apple, Vaundy, Fake Type, Hiroyuki Sawano,
Yuta
Orisaka, Motohiro Hata, Avex
Durasi : 1 jam, 55 menit
Sinopsis
Film
Ini mencertitakan tentang petualangan bajak laut topi Jerami yang terdiri dari
Luffy (kapten), Zoro (wakil kapten dan pendekar pedang), Sanji (koki), Nami
(navigator), Usopp (penembak jitu), Chopper (dokter), Robin (arkeolog), Franky
(pembuat kapal), Brook (musisi), dan Jinbei (juru mudi) yang sedang pergi ke
sebuah pulau bernama Elegia untuk menghadiri sebuah konser yang dibawa oleh
penyanyi terkenal yaitu Uta. Pada saat saat konser berjalan Luffy naik ke atas
panggung dan bertemuu dengan Uta dan tanpa sengaja mengungkapkan bawha Uta
adalah anak dari salah satu empat kaisar laut yaitu “Akagami No” Shanks (Shanks
berambut merah) dan membuat para penonton konser terkejut.
Setelah
Luffy dan Uta mengenang masa kecil mereka, Uta pun memberitahukan luffy untuk
behenti mengejar impian dia untuk menjadi raja bajak laut dan Uta juga
mengungkapkan rencana dia untuk memenjarakan semua penonton dalam dunia musik
agar mereka bisa hidup dengan damai selamanya dengan menggunakan sebuah artefak
bernama tot musica. Namun Luffy menolak dan membuat Uta lebih marah, Lalu Uta
memenjarkan teman-temannya. Namun Luffy berhasil melarikan diri dan
diselamatkan oleh teman bajak laut lainnya yaitu Trafalgar D Water Law (kapten
dari bajak laut hati) dan Bartolomeo si kanibal (kapten bajak laut barto club).
Setelah
mereka berhasil bersembunyi dari Uta yang sedang memburu mereka, mereka bertemu
dengan Gordon (ayah tiri Uta) dan dia memberitahukan masa lalu Uta. Dia
memberitahukan bahwa bukan para bajak laut rambut merah yang menghancurkan
rumahnya, sedangkan ternyata Uta sendiri yang menghancurkan rumah dia sendiri,
karena saat dia masih kecil ia tidak sengaja menumukan dan menyanyikan sebuah
lembaran music bernama tot musica yang dapat memanggil sebuah iblis yang hidup
dalam dua dunia, yaitu dunia musik dan dunia nyata, yang saat Uta nyanyikan
membuat ia pingsan. Saat Uta bangun Gordon tidak berani untuk memberitahukan
apa yang telah Uta telah lakukan karena ia masih kecil pada saat itu. Maka
Gordon berbohong kepada Uta dan memberitahukan dia bahwa para bajak laut rambut
merah dan ayah dia yang menghancurkan Elegia, tetapi sebenarnya mereka yang
menyelamatkan Elegia agar tidak menyebabkan kehancuran lebih.
Setalah mendengarkan
cerita Gordon Luffy dan teman-temannya mencoba untuk membebaskan awak Luffy dan
dalam perjalanan tersebut mereka tidak sengaja bertemu dengan beberapa teman
lama Luffy dan anggota angkatan laut yaitu Koby, Helmeppo, dan Blueno dan
mereka membentuk aliansi sementara. Setelah awak Luffy berhasil kabur sendiri,
mereka bertemu dengan Luffy dan membuat rencana untuk memberhentikan Uta dan
mencoba untuk mengungkapkan rahasia-rahasia cara memberhentikan tot musica dan menyelamatkan
Uta dari rasa balas dendam dia dengan para bajak laut yang menghancurkan rumah
dia.
Para bajak laut topi
jerami pun berkelahi dengan Uta dan tot musica di dunia music sedangkan di
dunia nyata tot musica sedang berkelahi dengan para bajak laut rambut merah dan
Angkatan laut. Setelah Uta dan tot musica di kalahkan, Uta berminta maaf kepada
Luffy yang sedang di dunia music dan ayahnya yang sedang di dunia nyata sambil
membela diri dari serangan Angkatan laut. Uta pun membebaskan para penonton
dari keadaan mereka yang sedang bermimpi dengan lagu, dan Uta pun meninggal di
tangan ayahnya. Saat Luffy terbangun ia sudah berada di kapalnya bersama
awaknya dan melihat kapal para bajak laut berambut merah membawa peti mati Uta.
Cerita pun berakhir dengan Luffy melanjutkan perjalanannya untuk menjadi raja
bajak laut.
Keunggulan
Sisi
kuat dari film ini merupakan 8 lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi Ado yaitu
Shin Jidai (New Genesis), Watashi Wa saikyo (Im Invincible), Gyakko
(Backlight), Utakata Rarabai (Fleeting Lullaby), tot musica, Sekai no Tsuzuki
(The Worlds Continuation) , Kaze No Yukue (Where the wind blows), dan Binks’
Sake”, yang ditulis dan diproduksi bersama berbagai pembuat lagu yang bebeda-beda,
sehingga membuat penonton merasa seperti berada di konser. Film ini juga dapat
membanggakan para pembaca atau penonton seri One Piece dengan berbagai macam
karakter yang melakukan kameo seperti awak bajak laut big mom Charlotte
katakuri dan para laksamana Angkatan laut seperti Fujitora, Akainu dan Kizaru.
Cerita dalam film juga menarik, seperti bagian “plot twist” yang terjadi saat
para karakter baru sadar bahwa ternyata mereka sudah dalam dunia musik sejak
konser dimulai.
Kelemahan
Poin lemah
dalam film merupakan salah satu karakter yang dijanjikan akan dapat lebih
banyak waktu layar, yaitu Akagami No Shanks (Shanks berambut merah). Shanks
merupakan salah satu karakter paling disukai oleh para penggemar One Piece, dan
para pembuat film ini telah menjanjikan bahwa ia akan dapat banyak waktu layar
untuk menunjukkan kekuatan asli dia dan latar belakang lebih mendalam tentang
dia, tetapi ternyata ia hanya muncul untuk beberapa scene dalam film seperti
awal, bagian kilas balik, dan pertempuran akhir. Dan juga walaupun musiknya
termasuk keunggulan film ini, tetapi musiknya juga kelemahan film ini, karena
banyaknya lagu yang dinyanyikan dalam film membuat para penonton yang menunggu
ceritanya gelisah karena yang ditayangkan hanya Uta menyanyi.
Rekomendasi
Meskipun
film ini diberikan berbagai banyak ulasan yang bervariasi dari yang positif
hingga ke yang negative dari bebagai macam kritikus, menurut saya ini film yang
sangat menarik dan menyenangkan untuk ditonoton. Dari lagu-lagunya yang meriah
dan layanan yang dapat memuaskan para penggemar One Piece, menurut saya film
ini film yang layak ditonton dan dinikmati untuk waktu yang menyenangkan.
Komentar
Posting Komentar